Tujuan penting dari kemasan produk

Kotak Kemasan Produk • April 20, 2020

Tujuan Kemasan Produk

Peran pengemasan atau packaging telah menjadi hal yang sangat penting karena merupakan salah satu cara perusahaan dapat membuat konsumen memperhatikan produk mereka.

Butuh Kemasan Produk? Klik Disini

Tujuan

Jelaskan berbagai tujuan, fungsi dan penggunaan kemasan produk dalam konteks branding

Poin penting

Poin-poin utama

  • Mengingat pentingnya kemasan produk, tidak mengherankan bahwa banyak penelitian yang dihabiskan untuk menentukan dan merancang desain, bentuk, warna dan kenis bahan dalam membuat kemasan.
  • Tujuan utama dari pengemasan atau packaging adalah pemasaran atau promosi. Kemasan dan label dapat digunakan oleh produsen untuk mendorong konsumen membeli produk mereka.
  • Kemasan juga digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai keamanan dan pengiriman prouduk. Kemasan dan label memberikan informasi cara menggunakan, mengirim, mendaur ulang dan membuang suatu produk.

Ketentuan utama

Pemasaran: Proses mengkomunikasikan nilai suatu produk atau layanan kepada pelanggan.

Tujuan kemasan produk

Dengan semakin pentingnya pemasaran, peran kemasan produk atau packaging menjadi cukup signifikan. Sebagai contoh, di sebuah supermarket biasa seorang konsumen melewati sekitar 600 item produk per menit, atau satu item setiap sepersepuluh detik. Dengan demikian, satu-satunya cara untuk membuat konsumen memperhatikan produk adalah melalui display, diskon harga, bonus pembelian dan kemasan. Mengingat pentingnya packaging produk, tidak mengherankan bahwa banyak penelitian yang dilakukan untuk merancang desain, memilih warna, bentuk dan jenis bahan membuat kemasan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bagaimana mayoritas konsumen akan bereraksi terhadap kemasan yang baru.

Tujuan Kemasan Produk

Berdasarkan hasil penelitian ini, pengalaman masa lalu dan apa yang dilakukan oleh pesaing, produsen harus menentukan tujuan dari kemasan produk yang mereka buat. Hal ini haruslah mencakup kualitas, kemasan, perbedaan, kemudahan, kenyamanan dan keindahan estetika.

Tujuan dan fungsi umum dari kemasan produk meliputi:

Perlindungan fisik

Produk yang ada di dalam kemasan mungkin memerlukan perlindungan dari: tekanan, getaran, suhu, dll.

Menyampaikan informasi

Kemasan dan label dapat digunakan untuk menyampaikan informasi menggunakan, mengirim, mendaur ulang dan membuang sebuah produk. Hal ini terutama pada packaging produk makanan, obat-obatan, minuman, medis dan produk kimia.

Pemasaran atau promosi

Kemasan dan label dapat digunakan oleh produsen untuk memberikan dorongan kepada pembeli utuk membeli produk yang mereka jual. Tampilan desain grafis dan bentuk kemasan telah menjadi hal yang sangat penting dan terus berkembang hingga saat ini.

Kemudahan

Kemasan dapat memiliki fitur yang menambah kenyamanan dalam pengiriman, penumpukan, penjualan, pembukaan, pengeluaran dan kemudahan dalam membuang kemasan produk.

Perlindungan

Kemasan atau packaging juga harus dapat memberikan perlindungan dari debu, uap air, suhu, dll. Menjaga produk tetap bersih, segar, steril dan aman pada saat disimpan untuk jangka waktu yang lama adalah fungsi utama dari sebuah kemasan.

Keamanan

Pengemasan atau packaging dapat memainkan peran penting dalam mengurangi resiko dalam pengiriman. Kemasan dapat dibuat agar tidak mudah rusak dan penyok pada saat ditumpuk di dalam kendaraan saat proses pengiriman.

Syarat kemasan

Pada tahap desain packaging produk, desain struktural, pemasaran dan tanggung jawab lingkungan harus menjadi pertimbangan.

Tujuan

Garis besar desain, peraturan dan lingkungan harus ditangani dengan baik selama proses pengembangan kemasan.

Poin penting

Poin-poin utama

  • Pengembangan kemasan dapat menjadi proses yang terpisah, tetapi harus terkait erat dengan produk yang akan dikemas.
  • Untuk beberapa jenis produk, proses desain harus sesuai dengan persyaratan dan aturan terperinci untuk kemasan produk. Misalnya, ahli kesehatan perlu memverifikasi bahwa kemasan produk hand sanitizer atau desinfektan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Pengembangan dan pembuatan kemasan harus mempertimbangkan tanggung jawab lingkungan, keberlanjutan dan dapat didaur ulang.

Ketentuan utama

Pengembangan produk baru: Pengembangan produk baru adalah proses lengkap untuk membawa kemasan yang baru ke pasar.

Syarat kemasan produk

  • Desain dan pembuatan kemasan sering dianggap sebagai bagian penting dari proses pengembangan produk baru. Atau pembuatan kemasan dapat menjadi proses yang terpisah, tetapi harus dikaitkan dengan produk yang akan dikemas. Desain kemasan dimulai dengan identifikasi semua persyaratan, seperti desain bentuk, pemasaran, jaminan kualitas, logistik, peraturan, desain grafis, penggunaan akhir dan lingkungan. Kriteria desain, kinerja, target waktu penyelesaian, sumber daya dan biaya perlu ditetapkan dan disepakati.
  • Dengan beragam jenis produk, proses desain kemasan harus sesuai dengan syarat terperinci untuk paket tersebut. Kemasan makanan atau hand sanitizer misalnya, setiap komponen kemasan harus mendapatkan verifikasi dari ahli makanan dan kesehatan bahwa bahan kemasan sesuai dengan aturan yang berlaku. Para ahli tersebut harus memverifikasi bahwa kemasan tersebut akan menjaga produk tetap aman untuk jangka waktu yang telah ditentukan dengan penggunaan normal. Proses pengemasan, pelabelan, pengiriman dan penjualan perlu divalidasi agar sesuai dengan peraturan dan aman digunakan oleh konsumen.
  • Desain kemasan dapat dirancang oleh desainer perusahaan atau dengan vendor luar yang memiliki kompetensi dan keahlian yang sesuai. Hal ini dilakukan agar kemasan yang dihasilkan nantinya sesuai dengan kebutuhan produk perusahaan dan aturan yang berlaku.

Pertimbangan lingkungan

Pembuatan packaging produk harus sesuai dengan pertimbangan lingkungan yaitu dibuat dari bahan yang ramah lingkungan, dapat didaur ulang, keberlanjutan dan lain-lain. Ini harus melibatkan bahan yang digunakan, produk yang dikemas (isi), proses pengemasan, pengiriman dan pengelolaan limbah. Penting untuk mengetahui persyaratan terkait dengan pembuatan, penjualan dan penggunaan.

Pertimbangan lingkungan meliputi:

Pencegahan

Pencegahan limbah adalah tujuan utama. Kemasan harus digunakan hanya jika diperlukan. Kemasan yang tepat juga dapat membantu mencegah pemborosan. Pengemasan atau packaging memainkan peran penting dalam mencegah kehilangan atau kerusakan pada produk yang dikemas (isi). Biasanya, kandungan energi dan penggunaan bahan dari produk yang dikemas jauh lebih besar daripada kemasan. Fungsi penting dari kemasan ini adalah untuk melindungi produk sesuai dengan tujuan penggunaannya: jika produk rusak, seluruh energi dan konten materialnya dapat hilang.

Baca Juga: Kemasan Produk Ramah Lingkungan? Klik Disini

Ramah lingkungan

Saat merancang packaging produk, anda harus membertimbangkan untuk membuat kemasan dari bahan yang ramah lingkungan agar mudah didaur ulang saat sudah tidak digunakan.

Minimisasi

Massa dan volume kemasan (per unit konten) dapat diukur dan digunakan sebagai salah satu kriteria untuk meminimalkan ukuran saat proses desain kemasan. Hal ini juga dapat membantu mengurangi biaya yang dikeluarkan saat membuatnya.

Strategi, penyajian dan teknik pengemasan produk

Strategi pengemasan

Pengemasan atau packaging memungkinkan tim pemasaran untuk menyoroti fitur utama dari sebuah produk, kualifikasi dan citra merek (branding) untuk menangkap nilai strategis.

Tujuan

Jelaskan berbagai strategi, penyajian dan teknik pengemasan yang dapat digunakan oleh tim pemasaran (marketing) untuk mendapatkan nilai melalui pengemasan yang efektif.

Poin penting

Poin-poin utama

  • Pengemasan atau packaging harus sesuai dengan syarat pemasaran, disiplin ilmu, aturan dan operasional.
  • Dari perspektif pemasarn, ada beberapa strategi, penyajian dan teknik pengemasan yang berguna untuk diterapkan ketika meracang kemasan produk.
  • Menyampaikan fitur penting dan nilai produk untuk meningkatkan citra merek (branding).
  • Menggunakan simbol dan ikon, terutama verifikasi dari pihak ketiga dapat menjadi strategi yang berguna untuk pengemasan.
  • Co-branding juga merupakan strategi dan teknik pengemasan yang berguna dan memungkinkan dua atau lebih perusahaan untuk menggunakan ekuitas merek mereka untuk meningkatkan nilai suatu produk setiap perusahaan.

Ketentuan utama

Pengenalan merek (branding): kemampuan bagi konsumen tertentu untuk mengasosiasikan suatu produk dengan merek setelah melihatnya.

Pengemasan atau packaging adalah hal yang signifikan dari strategi perspektif, dengan dampak mulai dari kesan pertama konsumen, kebijakan lingkungan dan anggaran biaya. Oleh karena itu bagaimana perusahaan mengemas produk merupakan topik utama berbagai disiplin ilmu dengan potensi untuk meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan mempertahankan keselarasan antara peraturan dan undang-undang lingkungan.

Strategi pengemasan, penyajian dan teknik pengemasan

Strategi pengemasan

Dari perspektif pemasaran, strategei, penyajian dan teknik pengemasan dapat memberikan dampak signifikan bagi pengenalan merek, branding, manajemen harapan dan sebagai saluran informasi antara produsen dan konsumen. Pemasaran, branding dan pengemasan harus menyelaraskan pesan, proposisi nilai dan komunikasi untuk mencapai hal-hal berikut:

Proposisi Nilai

Tujuan utama pengemasan dari perspektif pemasaran adalah untuk menggarisbawahi mengapa konsumen akan membeli produk yang dijual. Ini bisa sangat sederhana, seperti deskripsi tentang apa produk itu. Ini juga bisa bersifat emosional, mengkomunikasikan apa arti produk itu. Misalnya, mungkin konsumen ingin membeli makanan yang terbuat dari bahan alami. Strategi pemasaran yang cerdas untuk perusahaan yang berfokus pada bahan alami akan menyoroti hal ini dengan menampilkan huruf besar pada kemasan.

Branding (citra merek)

Tujuan penting lain dari kemasan produk bagi produsen adalah kapasitas untuk meningkatkan citra merek (branding). Ketika anda melihat sekaleng soda merah dengan huruf kursif atau tulisan tegak bersambung, anda segera mengaitkannya dengan Coca Cola. Ini sangat strategis bagi nama perusahaan. Itu meningkatkan citra merek yang dapat mengarah pada kesetiaan.

Kesadaran merek

Sedikit berbeda dari citra merek (branding), membangun kesadaran merek adalah membuat agar merek anda selalu diingat. Membuat kemasan yang akan menarik perhatian konsumen akan meningkatkan kemampuan merek itu mengonversi pelanggan baik untuk saat ini maupun untuk ke depannya. Bagi konsumen, perhatian mereka adalah produk yang sangat mereka inginkan. Pengemasan adalah peluang untuk mencapai hal ini.

Harapan atau ekspektasi

Komponen utama dari pemasaran yang efektif adalah memastikan konsumen mendapatkan apa yang mereka harapkan. Pengemasan memungkinkan strategi sederhana dalam hal ini, seperti menuliskan pada kemasan bahwa produk yang ada di dalamnya tidak termasuk baterai, atau aksesori yang diberikan tidak kompatibel dengan jenis smartphone tertentu.

Co-branding

Strategi lain yang menarik dan bermanfaat dalam pengemasan atau packaging adalah co-branding. Sederhananya, perusahaan sering berkolaborasi dan dapat mengambil manfaat dari kolaborasi yang dilakukan.

Simbol dan ikon

Kemasan adalah representasi visual dari suatu produk dan dapat mengambil manfaat dari penandaan atribut yang ditetapkan dan dipercaya. Misalnya, simbol organik 100% pada sekotak sereal akan menunjukkan kepada konsumen bahwa pihak eksternal memverifikasi dan menyetujui proses produksi sereal tersebut. Menggunakan simbol dan ikon yang dapat dengan mudah dikenali dapat membangun kepercayaan antara produsen dan konsumen.

Label Produk

Label berfungsi untuk menarik perhatian pembeli serta memberikan informasi penting tentang suatu produk.

Tujuan

Sebukan informasi dan simbol apa yang umumnya disertakan pada label produk

Poin penting

Poin-poin utama

  • Di beberapa negara, banyak produk termasuk makanan, obat-obatan dan produk medis diwajibkan untuk membuat label produk tertentu seperti daftar bahan, informasi gizi atau informasi peringatan penggunaan.
  • Label dilampirkan pada kemasan untuk memberikan informasi tanggal pembuatan, tanggal kadaluarsa, bahan-bahan, cara mengugunakan produk dan penanganannya.
  • Beberapa label menyertakan simbol untuk menunjukkan sertifikasi produk, merek dagang atau bukti pembelian. Simbol-simbol ini ada untuk mengkomunikasikan aspek-aspek penggunaan dan keamanan konsumen.

Ketentuan utama

Setiap label produk harus menyatakan identitas produk, nama pabrik/perusahaan, distributor, jumlah isi bersih dan syarat ketentuan label produk lainnya.

Label produk berfungsi untuk menarik perhatian pembeli. Penggunaan kata-kata yang menarik dapat konsumen melihat dan melakukan penilaian atas sebuah produk dan jika tertarik akan langsung membelinya. Label tersebut kemungkinan akan menjadi hal pertama yang dilihat pelanggan baru dan dengan demikian menawarkan kesan pertama mereka terhadap produk tersebut.

Label produk bersifat deskriptif

Label adalah pembawa informasi tentang produk. Label terlampir menyediakan informasi kepada pelanggan untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan untuk membeli. Label produk dapat meliputi:

  • Penggunaan produk
  • Resep atau saran
  • Bahan atau informasi nutrisi
  • Jaminan produk
  • Nama dan alamat produsen
  • Berat produk
  • Tanggal pembuatan dan kadaluarsa
  • Jumlah isi
  • Peringatan

Simbol yang digunakan dalam label produk

Banyak jenis simbol yang digunakan dalam label produk yang berstandar nasional dan internasional. Untuk kemasan konsumen, ada simbol untuk sertifikasi produk, merek dagang dan bukti pembelian. Beberapa simbol juga dapat digunakan untuk memberikan infomormasi mengenai aspek penggunaan dan keamanan konsumen.

Aturan dan syarat label produk

Di beberapa negara termasuk Indonesia, banyak produk seperti makanan, minuman, obat-obatan, produk kesehatan, hand sanitizer dan produk kecantikan diwajibkan untuk menampilkan label tertentu yang berisi informasi mengenai bahan, gizi, atau informasi peringatan penggunaan.

Jaminan atau garansi produk

Layanan dukungan seperti jaminan atau garansi produk adalah cara yang bagus bagi perusahaan untuk membedakan dirinya dari para pesaingnya.

Tujuan

Jelaskan bagaimana jaminan atau garansi bertindak sebagai layanan pendukung untuk produk.

Poin penting

Poin-poin utama

  • Di belakang setiap produk terdapat serangkaian layanan pendukung seperti jaminan atau garansi. Dalam banyak hal, layanan tersebut mungkin sama pentingnya dengan produk itu sendiri.
  • Jaminan atau garansi digunakan untuk mengurangi resiko produk yang tidak berfungsi atau resiko membuat keputusan pembelian yang salah mengenai informasi yang salah tentang suatu produk.
  • Jaminan atau garansi juga dapat berupa jaminan uang kembali, dimana bahwa jika pembeli tidak puas dengan produk atau layanan, pengembalian uang akan dilakukan.

Ketentuan utama

Garansi: jaminan oleh satu pihak kepada pihak lain bahwa fakta atau kondisi spesifik adalah benar atau akan terjadi; pihak lain diizinkan untuk mengandalkan jaminan itu.

Di belakang setiap produk terdapat serangkaian layanan pendukung seperti garansi dan jaminan uang kembali. Dalam banyak hal, layanan tersebut mungkin sama pentingnya dengan produk itu sendiri. Bahkan, kadang-kadang sulit untuk memisahkan layanan pendukung dari fitur produk.

Perusahaan harus terus memantau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan dan para pesaingnya. Berdasarkan hasil dari perangkat pengumpulan data seperti survey pelanggan, keluhan konsumen dan kotak saran, manajer perusahaan dapat menentukan jenis layanan yang ditawarkan, bentuk layanan yang akan diambil dan harga yang dikenakan. Sebagai contoh, konsumen sangat enggan untuk membeli perangkat elektronik yang hanya dapat diservis dengan mengirimkannya ke pabrik dan membayar ongkis kirim dengan biaya layanan yang tinggi. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus menjual perangkat elektronik dengan kontak servis dan perbaikan lokal. Meskipun ada berbagai jenis layanan pendukung, berikut ini yang paling umum:

Layanan pendukung kemasan produk

Garansi

Garansi atau jaminan digunakan untuk mengurangi resiko produk yang tidak berfungsi atau resiko membuat keputusan pembelian yang salah mengenai informasi yang salah tentang suatu produk. Ada beberapa jenis produk yang tahan lama, produk-produk ritel dan yang lainnya disertai dengan garansi. Garansi ini dapat memberikan beragam jaminan, seperti garansi kompresor 3 tahun yang diberikan oleh produsen AC (Air Conditioner) dan lemari es (kulkas). Ada juga produsen yang memberikan ganti dengan produk yang baru jika produk yang dibeli tidak berfungsi atau tidak dapat digunakan. Dalam hal ini, produsen atau penjual harus menghormati garansi dengan menawarkan pengembalian uang atau penggantian.

Jaminan uang kembali

Jaminan uang kembali dikenal juga sebagai jaminan kepuasan. Pada dasarnya ini adalah jaminan sederhana bahwa jika pembeli tidak puas dengan produk atau layanan, pengembalian uang akan dilakukan. Bagi pelanggan, jaminan uang kembali mengurangi resiko hampir secara total. Ada segmen pasar tertentu yang menganggap layanan ini sangat penting. Layanan ini hanya efektif jika produk memiliki kualitas yang unggul.

Masalah dalam kemasan

Banyak masalah yang sering terjadi dengan kemasan seperti desain, grafik, keamanan, label dan lingkungan.

Tujuan

Diskusikan masalah etika yang biasa muncul dalam pengemasan dan pelabelan produk.

Poin penting

Poin-poin utama

  • Produsen dapat menggunakan informasi label untuk memberikan informasi palsu untuk melebih-lebihkan fitur produk mereka.
  • Ada banyak kasus dimana produsen menggunakan gambar dalam kemasan yang tidak mewakili produk yang sebenarnya.
  • Beberapa produsen memberi label produk mereka yang ramah lingkungan meskipun sebenarnya produk tersebut tidak memiliki fitur ramah lingkungan.

Ketentuan utama

Etika: prinsip-prinsip moral yang memandu pengambilan keputusan dan strategi.

Masalah yang terdapat pada kemasan

Pengemasan atau packaging merupakan elemen penting dalam pemasaran suatu produk, karena pada dasarnya itu adalah casing tempat produk disimpan. Jadi setelah semua iklan dan promosi, ketika konsumen pergi ke toko dan membeli produk, hanya kemasan yang dapat mereka lihat, cium dan sentuh. Karena itu sangat penting bagi produsen untuk memastikan bahwa konsumen menyukai apa yang mereka lihat. Kemasan harus sesuai dengan produk dan mendorong pelanggan untuk membelinya.

Sayangnya, etika memainkan peran besar dalam pengemasan dan pelabelan. Banyak masalah etika terkait dengan lingkungan, label, grafik dan keamanan. Pengemasan perlu memberikan sejumlah informasi kepada konsumen, tergantung pada jenis produk. Misalnya kemasan produk makanan dan minuman perlu memberikan informasi tentang nama produk, ukuran dan kandungan gizinya. Sebaliknya, kemasan mainan perlu memberikan informasi mengenai rentang usia yang cocok untuk anak-anak yang dapat memainkannya.

Dalam pengemasan, masalah paling umum yang sering muncul antara lain:

Masalah dengan informasi pada label produk

Kadang produsen menggunakan informasi pada label untuk memberikan informasi yang tidak benar untuk membesar-besarkan fitur produk mereka. Label yang menampilkan nutrisi seperti rendah lemak, bebas lemak, bebas kolesterol dan jus murni 100% adalah contohnya.

Masalah dengan gambar atau grafis dalam kemasan produk

Ada banyak kasus dimana produsen menggunakan gambar dalam kemasan yang tidak mewakili produk yang sebenarnya. Misalnya, kemasan mungkin membuat produk tertentu terlihat bagus dan menarik tetapi produk yang sebenarnya mungkin tidak sebagus yang digambarkan setelah dibuka. Selain itu, beberapa merek perusahaan kecil mencoba meniru cara perusahaan besar mengemas produk mereka. Hal ini menyebabkan kebingungan di kalangan konsumen.

Masalah dengan keamanan pengemasan

Konsumen sangat concern dengan masalah keamanan pengemasan, terutama dalam hal produk untuk anak-anak. Produsen harus menghindari pengemasan yang tidak aman seperti menggunakan bahan kimia berkadar tinggi yang tidak cocok untuk anak-anak.

Masalah dengan lingkungan

Beberapa produsen cenderung memberi label produk mereka ramah lingkungan. Namun, produk tersebut sebenarnya tidak memiliki fitur atau atribut ramah lingkungan. Sebagai contoh, kantong plastik tidak dapat didaur ulang dan tetap utuh selama bertahun-tahun di tempat pembuangan sampah. Pengemasan dan pelabelan juga menghasilkan limbah yang berlebih saat dibuang begitu saja oleh konsumen.

Jenis-jenis dan klasifikasi kemasan produk

Ada beragan jenis kemasan yang tersedia untuk beragam jenis produk, baik itu kemasan makanan, minuman, produk kesehatan, produk kecantikan, fashion, pakaian, alat kesehatan, obat-obatan, makanan hewan, dll. Jenis kemasan produk biasanya diklasifikasikan pada dua bagian yaitu:

Kemasan produk berdasarkan struktur isi:

  1. Kemasan primer, yaitu kemasan yang langsung mewadahi produk bahan makanan, minuman, produk kesehatan, produk kecantikan (kotak makanan, kaleng susu, botol minuman, botol hand sanitizer, dll).
  2. Kemasan sekunder, yaitu kemasan yang berfungsi untuk melindungi packaging produk lainnya, seperti box karton atau kardus yang dijadikan sebagai tempat kaleng susu, botol minuman, kotak kayu yang berfungsi sebagai tempat buah-buahan dan sayuran yang dibungkus, dll.
  3. Kemasan tersier, yaitu kemasan yang digunakan dalam proses pengiriman.

Kemasan produk berdasarkan frekuensi pemakaian:

  1. Kemasan sekali pakai, yaitu kemasan produk yang langsung dibuang setelah satu kali pakai, seperti kaleng makanan, bungkus permen, botol minuman, dll.
  2. Kemasan yang dipakai berulang kali, packaging produk ini pada umumnya tidak langsung dibuang oleh konsumen, tetapi dapat dikembalikan kepada agen penjual untuk didaur ulang oleh produsen, seperti botol minuman dan kecap yang terbuat dari kaca.
  3. Kemasan yang tidak dibuang, yaitu kemasan produk yang dapat digunakan untuk keperluan lain oleh konsumen setelah dipakai, seperti kaleng biskuit, kaleng roti, kaleng susu, dll.

Kemasan produk berdasarkan kesiapan pemakaian:

  1. Kemasan siap pakai, yaitu kemasan produk yang telah siap pakai atau digunakan untuk mengemas sebuah produk setelah selesai diproduksi oleh produsen, seperti kemasan botol minuman, hand sanitizer, kemasan kaleng, dll.
  2. Kemasan siap rakit, yaitu kemasan yang harus dirakit terlebih dahulu jika ingin digunakan untuk menyimpan sebuah produk, seperti kardus sepatu, kotak kemasan makanan, dll.

Baca Juga: Panduan Cara Memilih Kemasan Produk yang Baik dan Tepat? Klik Disini

Contoh kemasan produk

Berikut ini kami tampilkan beberapa contoh kemasan produk yang dapat anda gunakan untuk kebutuhan perusahaan anda.

Tujuan Kemasan Produk
Kemasan Makanan Seblak
Jasa Cetak, Desain dan Pembuatak Kemasan Produk Makanan Hewan
Kemasan Makanan Hewan
Cetak, Desain dan Pembuatan Kemasan Produk Ramah Lingkungan
Kotak Makanan Beku
Cetak dan Desain Label Stiker Tahan Air
Botol Minuman
Cetak dan Desain Label Stiker Tahan Air
Botol Selai
Jasa Desain, Cetak dan Pembuatan Kotak Kemasan Produk Yang Baik
Kotak Pizza

Jasa desain, cetak dan pembuatan kemasan produk di Tangerang Selatan

Percetakan Dimensi memberikan layanan jasa desain, cetak dan pembuatan kemasan produk dengan harga murah dan terdekat bagi anda yang berada di daerah Serpong, BSD City, Pamulang, Ciputat, Bintaro, Tangerang dan Tangerang Selatan. Anda dapat menghubungi kami secara langsung melalui nomor telepon dan Whatsapp atau dengan mengisi form order yang kami sediakan di website ini untuk melakukan pemesanan kemasan produk secara online dan mendapatkan penawaran harga.